Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah

Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah – Surat perjanjian, baik itu perjanjian menjual beli maupun sewa menyewa dibutuhkan bila dimasa mendatang terkandung permasalahan yang perihal dengan perjanjian tersebut. Jadi keberadaan surat perjanjian tersebut adalah sebagai bahan bukti kecuali berjalan perselisihan di era mendatang. Untuk penjelasan lebih lengkap berkenaan dengan surat perjanjian, mampu kamu lihat segera pada tulisan saya pada mulanya tadi. Sekarang saya akan segera membagikan contoh surat perjanjian sewa rumah.

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

 

Nama          :

Alamat        :

Pekerjaan   :

No.KTP      :

selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

 

Nama          :

Alamat        :

Pekerjaan   :

No.KTP      :

selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

 

Kedua belah pihak menerangkan bahwa tiap-tiap pihak udah membuat persetujuan sebagai tersebut :

  1. Bahwa pada tanggal 29 Juli 2015, PIHAK PERTAMA udah mengajukan keinginan penyewaan tempat tinggal di Jln. (sebutkan nama jalan) dengan nilai sewa yang diajukan sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta) per th. kepada PIHAK KEDUA.
  2. Bahwa atas pengajuan PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA udah menyetujui untuk menyewakan ruko di Jln. (sebutkan nama jalan) Surat Kuasa No. (sebutkan nomor) dengan nilai sewa Rp Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta) per th. kepada PIHAK PERTAMA pada 29 Juli 2015.
  3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA udah setuju bahwa sistem penyewaan tempat tinggal yang udah disebutkan di atas oleh PIHAK PERTAMA berasal dari PIHAK KEDUA di mulai pada bulan Agustus 2015 dan berakhir pada Agustus 2015.
  4. Perjanjian sewa ini dibikin rangkap dua, bermeterai cukup yang tiap-tiap membawa kapabilitas hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani oleh ke dua belah Pihak.
  5. Pelaksanaan sewa menyewa tempat tinggal ini mampu dijalankan perpanjangan dengan ketentuan-ketentuan dan prosedur yang akan ditentukan pada akhir era sewa dengan dibuatnya perjanjian sewa tempat tinggal yang baru.
  6. Pihak pertama (penyewa) bertanggung jawab penuh atas kerusakan, kehilangan, maupun hal-hal lain yang berjalan pada lokasi yang disewakan sepanjang era sewa tetap berjalan.
  7. Pihak pertama (penyewa) tidak diperkenankan mengambil keputusan penyewaan tempat tinggal sebelum saat akhir era sewa, kecuali atas persetujuan berasal dari pihak kedua.
  8. Pihak ke dua tidak diperkenankan mengambil keputusan penyewaan tempat tinggal sebelum saat akhir era sewa, kecuali atas persetujuan berasal dari pihak pertama.
  9. Mengenai hal-hal yang belum dituangkan dalam perjanjian sewa ini, akan diatur lantas dengan addendum-addendum baru sesuai kesepakatan ke dua belah pihak.

Demikian surat perjanjian ini dibuat, supaya mampu dipatuhi dan digunakan sebagaimana mestinya.

 

Banda Aceh, 29 Juli 2015

Pihak Pertama                                             Pihak Kedua

 

Materai 6000

 

(Nama Terang)                                           (Nama Terang)

 

 

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/