Pendidikan Tinggi Jangan Jadi Menara Gading

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi tidak menjadi “menara gading”, namun membawa kesejahteraan untuk masyarakat.

Ia mengimbau edukasi tinggi bisa berperan aktif menjadi motor penggerak perekonomian daerah, cocok dengan potensi yang dimiliki wilayah tersebut.

Potensi perikanan belum dikelola baik “Maluku adalahsalah satu lumbung perikanan di Indonesia. Politeknik Perikanan Negeri Tual sebagai di antara perguruan tinggi di distrik ini mesti dapat menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di bidang ekonomi maritim,” ungkap Menristekdikti saat menyerahkan kuliah umum di Politeknik Perikanan Negeri Tual, Langgur, Kab. Maluku Tenggara.

Ia menambahkan, sumber daya alam di laut mesti bisa dieksplorasi bareng untuk kepentingan masyarakat Maluku.

Menteri Nasir menuliskan bahwa Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia, sedangkan ekspor perikanan masih nomor empat di Asia Tenggara. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa potensi perikanan belum dikelola dengan baik.

Teknologi meningkatkan efektivitas dan efisiensi

Maluku sebagai lumbung perikanan Indonesia pun lumbung pangan laut terbesar di Indonesia, namun kehidupan masyarakat belum sepenuhnya sejahtera dari sektor perikanan. Oleh karena tersebut peran perguruan tinggi menjadi sangat urgen dalam menyerahkan nilai tambah untuk ekonomi maritim, khususnya di distrik Maluku.

Menristekdikti menambahkan bahwa di pelajaran.id/ era Revolusi Industri 4.0 diperlukan terobosan-terobosan besar di bidang edukasi tinggi perikanan ataupun kemaritiman di Indonesia. Dengan memanfaatkan pertumbuhan teknologi, nilai tambah yang akan didapatkan nelayan pun akan meningkat.

Teknologi akan menambah efektivitas dan efisiensi nelayan dalam menggali ikan. Dengan pemakaian teknologi, nelayan bakal lebih mudah menggali ikan di laut tanpa merusak ekosistem laut.

Sinergi perguruan tinggi, pemerintah dan industri

Pada peluang ini Kemenristek menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia industri dan pemerintah wilayah dalam mendorong perkembangan ekonomi di Maluku.

“Tanpa terdapat sinergi, ekonomi maritim di wilayah tidak bakal menjadi berkembang. Oleh karena tersebut integrasi antara industri perikanan, edukasi tinggi dan pemerintahan wilayah sangat penting, pemerintah pusat nanti melulu mendorong supaya perkembangan ekonomi dapat berlangsung terus,” jelas Kemenristek.

Menteri Nasir mengingatkan Politeknik Perikanan Negeri Tual guna senantiasa menambah mutu pendidikannya. Politeknik mesti dapat menghasilkan alumni yang terampil dan mempunyai daya saing tinggi, sebab saat ini kompetisi kerja tidak melulu dengan sesama alumni dalam negeri, namun pun dengan tenaga kerja dari luar negeri.

Ia menambahkan, alumni politeknik mesti mempunyai sertifikasi kemahiran dan menguasai bahasa asing supaya mampu juga berlomba ketika ke luar negeri.

Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual Jusron Ali Rahajaan mengapresiasi kehadiran Menteri Nasir untuk menyerahkan kuliah umum di politeknik satu-satunya di Tual. Jusron mengungkapkan bahwa kehadiran Menristekdikti menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap pemerataan kualitas edukasi tinggi Indonesia.

Jusron memiliki kepercayaan bahwa Poltek Perikanan Negeri Tual dapat membalas kebutuhan wilayah akan sumber daya insan yang berbobot dan berkualitas sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah.