Pengguna Ponsel Lebih Mudah Ditipu – Pengguna ponsel jadi sasaran lunak para pembohong dunia siber. Berdasarkan keterangan dari riset Telkomsel, pemakai ponsel tiga kali lebih rentan menjadi korban phising daripada pemakai komputer.

“Berdasarkan survei pemakai mobile tiga kali lipat peluang menjadi korban phishing attack daripada pemakai dekstop. Itu dapat SMS atau telepon palsu yang menyatakan dari Telkomsel,” jelas VP ICT Security Management Telkomsel Yohannes Glen saat didatangi di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan.

Serangan phising ialah penipuan lewat perlengkapan elektronik yang dilaksanakan dengan menyamar sebagai entitas yang dipercaya, entah sebagai perusahaan telekomunikasi, bank, atau lainnya. Hal ini sehubungan seringnya masyarakat berinteraksi dengan ponsel mereka dalam satu hari.

“(Sebanyak)91 persen orang dalam sehari membawa ponsel ketika daily time, mulai dari bangun hingga tidur. Ponsel ini menjadi keperluan primer,” ujar Glen

Masih menurut penelitian itu, masyarakat pun malas menyelamatkan ponselnya memakai anti malware. Padahal menurut keterangan dari Glen, 15 persen masyarakat menyimpan data urgen di ponsel.
Kedua, menurut penelitian dua dari tiga pemakai ponsel tidak pernah mengunduh software anti-virus atau anti-malware.

“Dari tiga orang yang gunakan ponsel tidak pernah install (memasang) mobile security application untuk mengayomi dari serangan. Karena kesadaran anda lemah guna lindungi ponsel . Padahal tidak sedikit yang software keamanan tidak sedikit yang gratis,” kata Glen.

Kondisi ponsel kian rentan saat terhubung dengan Wifi. Glen pun menekankan perlunya berhati-hati dalam memakai Wifi. Glen mengatakan tidak sedikit orang memahami bahwa Wifi menambah risiko ketenteraman data, namun masih tidak sedikit yang memakai jaringan Wifi.

Hal ini diperparah dengan ketiadaan software keamanan untuk menyelamatkan ponsel dari serangan peretas.

“Dari 73 persen yang sadar 66 persen di antaranya masih menyambung ke Wifi. Karena cuma-cuma dan tidak butuh beli data. Artinya eksposur semakin besar. Banyak data urgen tapi tidak mengayomi ponsel,” tutur Glen.

Baca diĀ sekolahan.co.id/