Pentingnya Bahasa Inggris guna Tingkatkan Daya Saing di Era Globalisasi – Di era globalisasi ketika ini, keterampilan berbahasa asing merupakan hal penting untuk kelangsungan hidup di masa depan. Terlebih Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang paling tidak sedikit digunakan di dunia.

President of I Can Foundation David Goss mengatakan, edukasi Bahasa Inggris sangat urgen dan bisa membuka kesempatan untuk terbit dari siklus kemiskinan. Oleh karenanya, sambung David, pihaknya konsisten menyerahkan pendidikan berkualitas, terutama dalam menanamkan keterampilan Bahasa Inggris untuk menambah daya saing SDM Indonesia di era globalisasi. Ia bercita-cita ke depan membawa akibat sosial dan edukasi yang positif dan berkelanjutan di Indonesia dan sekitarnya.

erlebih, lanjut David, ketika Indonesia genap berusia 100 tahun hadir wacana dan usulan Generasi Emas 2045. Menurutnya, anak-anak muda dapat menjadi modal guna kelangsungan bangsa dan negara ini kedepannya dengan adanya bonus demografi. Pada tahun 2045, Indonesia bakal mendapatkan bonus demografi yakni jumlah warga Indonesia 70% dalam umur produktif (15-64 tahun), sementara sisanya 30% adalahpenduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.

“Kita perlu Bahasa Inggris guna anak-anak muda Indonesia,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menuliskan literasi dan edukasi Bahasa Inggris mesti tersedia untuk semua orang terlepas dari status ekonomi dan sosial mereka. Ia menyaksikan saat ini di tengah berkembangnya masyarakat ruang belajar menengah yang cepat, tidak sedikit anak memiliki peluang dan akses kursus Bahasa Inggris, urusan tersebut tentu memberi lebih tidak sedikit keuntungan untuk masa mendatang mereka.

Dengan demikian, sambung dia, pengembangan guru bahasa adalahtulang punggung pendidikan. Ia mempercayai peningkatan kualitas guru akan menambah kualitas edukasi secara holistik. Pihaknya pun menyokong peningkatan kualitas guru-guru Indonesia dari sekian banyak latar belakang, mulai dari mereka yang melatih di wilayah terpencil sampai yang melatih di wilayah perkotaan. Salah satunya di Kabupaten Purwakarta

“Para guru, betapapun kawakan mereka, tidak jarang kali ada sesuatu yang baru dalam urusan strategi belajar mengajar,” pungkasnya.

Baca diĀ bukuinggris.co.id/