Abad pertengahan

Abad pertengahan merupakan abad di mana telah terjadi asimilasi kebudayaan. Kekuasaan pada waktu itu berpusat pada gereja sehingga pendidikan juga bagian dari kekuasaan kaum gereja namun bahan telah diambil dari bangsa Yunani dan Romawi.Capella mengatakan bahwa pendidikan diliputi oleh tujuh pengetahuan budaya (TheSeven Liberal Arts) yang dikategorikan dalam dua aspek, yakni.

(1)      Trivium

  • Grammar
  • Rhetorica dan logica
  • Dialectica

(2)      Quadrivium

  • Geometri
  • Arithmetica
  • Music
  • Astronomi

Dominasi gereja sendiri sebenarnya juga mengatur mengenai kurikulumnya antara lain:

(1)   Kurikulum yang bermaksud membentuk pemimpin-pemimpin dalam gereja

(2)   Kurikulum untuk membentuk para kader serta pelajaran dari gereja sebagai pengabdian dan pelayanan dari gereja

  1. Pendidikan Modern

Bisa dikatakan merupakan pendidikan progresif karena pada masa ini diawali berdirinya sekolah “Pleasant House” yang dipelopori oleh tokoh pendidikan Vitrino de Veltre (1378 – 1448). Yang dimaksud dengan sekolah progresif adalah sekolah yang tercatat mengadakan hubungan antara sekolah menengah dengan Perguruan Tinggi artinya sekolah ini telah memikirkan anak didiknya yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Bahkan sekolah ini yang pertama kali berani mengkritisi kurikulum yang dibuat gereja.

Kemudian Inggris menyusul dengan mendirikan Sekolah Istana yang menitikberatkan pada:

(1)   Mementingkan pembentukan kelakuan baik (moral manners)

(2)   Mengajarkan bahasa Latin dan Yunani

(3)   Mencantumkan pendidikan Olah Raga serta permainan

  1. Sejarah Perkembangan Kurikulum di Indonesia

Dalam perjalanan sejarah perkembangan kurikulum di Indonesia kami batasi sejak dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 hingga saat ini, dengan demikian Kurikulum yang dibuat adalah Kurikulum Nasional. Adapun Kurikulum Pendidikan Nasional telah mengalami 8 kali perubahan, yakni pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 hingga 2006. Perubahan tersebut bisa dikatakan sebagai konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Adapun untuk lebih jelas kami paparkan dalam sajian table berikut di bawah ini.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/