Aksi Pemanasan PKI 1950-1965

· Provokasi Politik PKI

Kepemimpina Aidit yang progresif itu berhasil menyatukan kekuatan PKI yang porak poranda. Maka dalam waktu singkat beberapa organisasi kiri seperti Barisan Tani Indonesia (BTI), Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) dan juga Pemuda Rakyat bisa dirangkul menjadi organ resmi PKI, selain itu berbagai organisasi profesi dan kekaryaan dibentuk untuk menunjang perjuangan PKI. Dengan menyatunya kekuatan kiri itu maka agresivitas PKI tidak terbendung lagi. Aksi kekerasan memang telah menjadi sikap dan ideologi PKI, karena itu watak dasar ini sangat sulit untuk disembunyikan. Sekitar tahu 1951 berbagai perusahaan strategis baik di sektor industri mapun perkebunan serta transportasi masih di tanagan Belanda, maka SOBSI dan BTI melakuakan serangkaian pemogokan. Langkah itu tidak hanya mengganggu perusahaan tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Bahkan kemudian pada 5 Agustus 1951 PKI melakukan serangan terhadap Markas Brimob Tanjung Priok Jakarta. Ketika perilaku PKI sudah diangagap membahayakan keamanan negara maka Jaksa Agung dan Mahkamah Agung maupun Presiden Soekarno menyerukan dilakuakn tindakan tegas terhadap semua pengacau keamanan negara3. 30 Dengan adanya perintah itu maka aparat keamanan pemerinmtah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyerbuan terhadap aparat negara itu. Terbukti beberapa CC PKI terlibat. Dengan tegas aparat kemanan menangkap beberapa tokoh penting PKI seperti DN. Aidit, Karim DP maupun Supranoto dan lain sebagainya. Selain itu beberapa Anggota DPR PKI juga ditangkap aparat seperti

Ir. Sukirman, Peris Pardede, Hutomo Supardan dan lain sebagainya sebanyak 15 orang Selain itu beberapa pimpinan PKI daerah juga ditangkap aparat keamanan. Ini menunjukkan PKI tidak serius dalam menempuh jalan baru, masih menggunakan jalan lama dan tradisi lama yaitu melakukan sabotase


Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/