Ambisi Nuklir Tiongkok di Laut Sengketa

Ambisi Nuklir Tiongkok di Laut Sengketa
Ambisi Nuklir Tiongkok di Laut Sengketa

DI tengah sengketa klaim kepemilikan beberapa negara terhadap Laut China Selatan, Tiongkok berencana mengirim armada reaktor nuklir ke kawasan itu. Reaktor tersebut diproyeksikan sebagai penyedia energi bagi pulau-pulau terluar dan rig minyak pada 2020.

Rencana tersebut ditandai pengumuman perusahaan milik negara, China National Nuclear Corporation (CNNC), yang telah mengucurkan dana sekitar 1 miliar yuan (US$150 juta) untuk membuat perusahaan baru. Perusahaan patungan (joint venture) akan mengamati reaktor nuklir yang dipasok China National Nuclear Power (CCNP) dan galangan kapal yang akan dibangun perusahaan maritim terkemuka di negara tersebut.

Nantinya kapal-kapal tersebut akan dilengkapi dengan reaktor nuklir mini ACP100. Reaktor tersebut diperkirakan mampu menghasilkan daya sekitar seperempat dari daya yang dihasilkan pembangkit tenaga nuklir sipil biasa. Selain sebagai armada reaktor nuklir terapung, kapal-kapal itu diperbantukan untuk kejadian darurat seperti bencana alam, termasuk wilayah yang dilanda tsunami.

Peneliti di National Institute for the South China Sea Chen Xiangmiao

menyebutkan reaktor nuklir terapung tersebut memiliki banyak kegunaan lain.

“Pabrik nuklir terapung dapat menyediakan kebutuhan energi dari pulau-pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan. Pabrik tersebut juga akan menyediakan perlindungan lingkungan, pengamatan cuaca, navigasi dan pengembangan minyak dan gas,” ujar Chen Xiangmiao kepada Global Times.

Pabrik nuklir nantinya akan mampu menyediakan energi bersih

, panas, bahkan air untuk pulau-pulau terpencil dan rig minyak. Pengerjaan pabrik tersebut memakan biaya lebih dari 300 juta pound sterling (US$373 juta).

Direktur China’s State Administration of Science, Technology and Industry

for National Defense Wang Yiren menyatakan reaktor nuklir terapung tersebut akan berperan penting dalam perkembangan teknologi di Tiongkok.

 

Baca Juga :