Table of Contents

baca saja

baca saja.
baca saja.

Begitu kamu tau bahwa hidupmu seperti hancur karena ternyata masalah datang tanpa henti dan seolah tidak pernah selesai atau ada ujungnya. Masalah yang sama datang dalam hidupmu. Pemain utamanya pun sama serta korban korbannya tak berbeda.  Engkau tau bahwa itu sulit kau terima. Namun kau coba untuk kuat dan merasa bahwa itu adalah hal yang biasa. Semua itu kau lakukan hanya untuk seseorang yang lebih merasa sakit dari dirimu oleh masalah ini. Ia lebih butuh perhatian dan ketegaranmu daripada tangingan Bombaymu.

Tuhan selalu punya cara untuk menegur hambanya. aku tidak ingin kepedean dengan menyebut masalah ini adalah cara Tuhan menguji atau memberi cobaanku. Karena aku belum merasa pantas mendapatkan itu, bagiku yang mendapatkan ujian adalah orang-orang yang sudah baik akhlaknya dan ibadahnya. Sedang aku? Tidak!

Kamu tau, bahwa sebuah keluarga adalah bukan bicara ‘siapa’ tapi ‘bagaimana’. Bukan lagi seperti di buku-buku bahasa Indonesia atau di cerpen-cerpen untuk anak yang intinya ada ayah, ibu, kaka, adik. Tidak mutlak seperti itu. Ada yang lebih dalam. Keluarga adalah sebuah ruang temu. Ruang temu antara hati,pikiran, dan harapan. Aku mencintai keluargaku dengan semua definisi itu..

Cukup saja sampai disitu. Biarlah tulisan ini seperti puzzle yang tak tersusun rapih hingga kamu kamu yang membaca merasa bukan sebuah kisah utuh. Karna itulah niatku.

Baca Juga :