Buat Siswa Baru SMA/SMK, Bersiap Tes Minat, Bakat, dan Penjurusan

Buat Siswa Baru SMA SMK, Bersiap Tes Minat, Bakat, dan Penjurusan
Buat Siswa Baru SMA SMK, Bersiap Tes Minat, Bakat, dan Penjurusan

Daftar ulang dalam penerimaan peserta didik baru jalur offline sudah rampung. Siswa yang diterima di SMK harus mempersiapkan diri menjalani tes minat dan bakat. Tes tersebut akan menjadi acuan dalam proses penjurusan.

Meski demikian, para siswa berhak menentukan jurusan yang diinginkannya. Demi mencocokkan dengan potensi dan bakat siswa, diperlukan tes pendukung. Tes tersebut akan dibandingkan dengan pilihan siswa tersebut.

Hal itu diungkapkan Anton Sujarwo, Waka Kesiswaan SMKN 5 Surabaya. Selain melewati tes fisik, siswa harus menjalani tes minat dan bakat. Untuk SMKN 5, Anton mengatakan bahwa tes fisik sudah berlangsung pada masa pendaftaran.

Ada pula aturan bebas dari narkoba. Menurut Anton, tes itu idealnya membutuhkan tes laboratorium. ”Kami melakukan pendektan psikologis saja. Misalnya, dengan melempar pertanyaan seputar narkoba,” ujarnya. Terutama untuk menggali informasi awal apakah anak itu terlibat narkoba.

Pihak BK (bimbingan konseling) akan bertindak sebagai pemberi pertanyaan dengan tema narkoba. ”Kalau ternyata tahu, ada indikasi dia terlibat, yang begitu bisa diarahkan untuk tes lebih lanjut,” paparnya.

Sementara itu, selama masa daftar ulang, para siswa diminta untuk melampirkan surat keterangan sehat. ”Untuk informasi bagi kami terkait kondisi mereka,” paparnya. Meski demikian, selama masa daftar ulang, masih ada yang belum melampirkan surat dokter tersebut.

Agar seragam, para siswa diminta untuk membawa surat keterangan sehat dari puskesmas terdekat atau RS pemerintah. Ketika proses daftar ulang, ada yang melampirkan surat dari dokter swasta. Untuk kasus tersebut, Anton mengimbau siswa melakukan tes kesehatan ulang di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Pelampiran surat keterangan tersebut ditunggu sampai 8 Juli.

Lalu, pada 12 Juli, dilaksanakan tes minat dan bakat. Tes tersebut

bertujuan mengukur potensi dan bakat siswa. Apabila hasil tes menyimpang dari jurusan yang dipilih, Anton akan memanggil orang tua dan anak. ”Kami sarankan untuk mengambil jurusan yang sesuai hasil tes,” imbuhnya.

Jika ternyata siswa atau wali murid bersikukuh, pihak sekolah akan menyiapkan surat pernyataan untuk disepakati bersama. Isinya menyatakan bahwa pihak sekolah tidak bertanggung jawab jika siswa mengalami kegagalan dalam pembelajaran. ”Biasanya masih ada yang ngotot walaupun hasil tesnya enggak sesuai keinginan,” ungkapnya.

Kepala SMKN 1 Bahrun mengatakan hal serupa. Tes minat dan bakat yang dilaksanakan di sekolah tersebut akan menjadi tolok ukur kemampuan siswa. Penjurusan itu, menurut dia, berperan vital. Sebab, jurusan menjadi penentu utama berhasil tidaknya siswa selama menjalani pendidikan. Terlebih, lanjut Bahrun, tidak ada kesempatan pindah jurusan. Karena itu, siswa harus memikirkan betul jurusan yang diambilnya. Tes minat dan bakat tersebut dilaksanakan pada 10 Juli.

Di jenjang SMAN, siswa mengisi blangko untuk keperluan peminatan. Di SMAN 21

, misalnya. Poin-poin yang harus diisi, antara lain, nilai rapor SMP lima mapel. Yakni, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, IPA, dan IPS. Fotokopi rapor juga dilaporkan mulai kelas VII-IX. Mereka, menurut Sekretaris PPDB SMAN 21 Sri Mulyaningsih, juga mengisi nilai unas.

Di SMAN 21, ada tiga jurusan yang bisa dipilih. Bahasa, IPA, dan IPS. Ada angket peminatan menurut anak untuk memilih jurusan. Siswa diberi kesempatan memilih dua jurusan beserta alasannya. Termasuk rencana setelah lulus SMA. Rencana studi di jurusan dan PTN perlu diisi dalam angket. Selain itu, motivasi siswa dan dukungan orang tua menjadi bagian angket yang harus diisi.

Pada 9 Juli, dilaksanakan psikotes. Tujuannya, mengetahui seberapa tangguh siswa di jurusan-jurusan atau peminatan tertentu. ”Kepribadian, IQ, minat, dan inteligensi akan diketahui,” ujarnya.

Sementara itu, di SMKN 2 akan diterapkan aturan memakai delapan macam seragam sekolah. Tujuannya, siswa nyaman ketika bersekolah. Selain itu, penggunaan seragam berguna melatih kedisiplinan para siswa. Seragam bisa dibeli melalui koperasi sekolah.

Perinciannya, Senin para siswa berseragam putih dan abu-abu. Selasa, seragam batik.

Rabu, seragam biru. Kamis, seragam kotak-kotak. Jumat, seragam pramuka. Tiga seragam lain adalah kaus olahraga, jas praktikum, dan jas almamater. ”Setiap hari ganti biar tidak bau keringat,” jelas Kepala SMKN 2 Djoko Pratmodjo

 

Baca Juga :