China larang memelihara janggut dan kerudung

Larangan-larangan serupa di atas telah diterapkan di Xinjiang, sanksi juga sudah di berlakukan secara legal. Terdapat larangan baru yang mengatur sejumlah larangan bagi warga Uighur, yaitu tidak diizinkan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan di sekolah milik pemerintah, tidak mematuhi kebijakan perencanaan keluarga, secara sengaja merusak dokumen hukum dan menikah hanya dengan menggunakan prosedur agama. Selain itu, pekerja di ruang publik dilarang mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh, termasuk wajah atau memakai jilbab dan cadar. Larangan ini disetujui oleh anggota anggota perlemen Xinjiang. Otoritas China sebelumnya telah menerapkan keebijakan lain, termasuk pembatasan unutk menerbitkan paspor bagi orang Uighur.

b. Kasus Muslim China

1. Kasus Muslim Uighur
Pada Agustus 2018, komite PBB mendapat laporan bahwa sekitar 1 juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat, dan di sana mereka menjalani program pendidikan ulang. Menurut Human Rights watch, suku Uighur sudah dipantau sangat ketat. Mereka harus memberi sempel biometrik dan DNA. Dilaporkan terjadi penangkapan terhadap mereka yang memiliki kerabat di 26 negara yang dianggap sensitif. Dan sudah satu juta orang ditahan.
Sejumlah serangan teroris terjadi selama dekade terakhir, dan pemerintah menuding separatis di Xinjiang dan sekitarnya adalah pelakunya. Lalu pada Februari 2017, terjadi serangan penikaman yang menewaskan lima orang, disusul dengan penggebrekan besar-besaran oleh pemerintah China terhadap apa yang mereka sebut sebagai kaum ekstrimis dan separatis.
Sementara mengenai kamp-kamp rahasia tersebut, China menyangkalnya dan menyatakan bahwa orang-orang di Xinjiang mendapatkan ‘pelatihan kejuruan’. Seorang pejabat tinggi Xinjiang mengatakan wilayah itu menghadapi ancaman tiga kekuatan besar: terorisme, ekstrimisme dan separatisme.


Sumber: https://swatproject.org/