Fungsi Kurikulum untuk Kepentingan Pendidikan dan Penjalasannya yang Wajib Diketahui

Fungsi Kurikulum untuk Kepentingan Pendidikan dan Penjalasannya yang Wajib Diketahui
Fungsi Kurikulum untuk Kepentingan Pendidikan dan Penjalasannya yang Wajib Diketahui

Jakarta Fungsi kurikulum bisa dikelompokkan ke dalam beberapa grup tergantung kepada pihak yang menerimanya

. Hal ini disebabkan karena kurikulum merupakan suatu sistem yang berkaitan dengan banyak orang.

Baca Juga

Bahasa Mandarin Akan Dimasukkan ke Dalam Kurikulum Pendidikan Arab Saudi?
Pemerintah Bakal Rombak Kurikulum SMK
Tujuan Kurikulum 2013 di Balik Pro Kontra Penerapannya

Kurikulum merupakan seperangkat atau suatu sistem rencana dan pengaturan mengenai bahan pembelajaran yang dapat dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar. Intinya kurikulum adalah rencana pembelajaran.

Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dan berkaitan langsung dengan fungsi kurikulum ini wajib

memahaminya. Pihak pihak seperti pelajar atau peserta didik yang menjalankan kurikulum, pihak orang tua peserta didik, guru atau pendidik, maupun pemerintah melalui sekolah maupun dinas pendidikan wajib memahami kurikulum yang sedang diterapkan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berabagai sumber, Senin (15/4/2019) tentang fungsi kurikulum
2 dari 7 halaman
Penjelasan tentang kurikulum

Dengan mengetahui pengertian kurikulum yang merupakan sebuah rencana pembelajaran

, kamu mestinya akan sadar kalau fungsi kurikulum ini sangatlah penting dalam kemajuan pendidikan baik di Indonesia maupun di dunia.

Dengan adanya kurikulum, kamu bisa mengetahui kemana tujuan sebuah pendidikan dijalankan.

Singkatnya pada lingkup sekolah, kamu akan mengetahui kemana arah pembelajaran yang akan kamu terima di sekolah tersebut. Karena itulah, kurikulum hukumnya wajib ada di setiap institusi pendidikan.

Di Indonesia, telah terjadi beberapa kali pergantian kurikulum. Tentunya dari berbagai pergantian tersebut ada sisi positif maupun negatif. Kurikulum di Indonesia dikembangkan dan disepakati oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan dengan guru-guru atau tenaga pengajar.

Tentu saja setiap negara memiliki kurikulum yang berbeda-beda pula, hal ini tergantung kepada bagaimana tujuan dari pendidikan masing masing negara tersebut.

 

Baca Juga :