Indohun Luncurkan Panduan Perangkat Penilaian Laboratorium

Indohun Luncurkan Panduan Perangkat Penilaian Laboratorium
Indohun Luncurkan Panduan Perangkat Penilaian Laboratorium

Indonesia One Health University Network (Indohun) meluncurkan panduan

perangkat penilaian laboratorium (PPL).

Panduan PPL itu untuk manajemen biorisiko laboratorium sesuai elemen dalam SNI 8340:2016 tentang sistem manajemen biorisiko laboatorium (SMBL).

Indohun, melalui program One Health Laboratory Network (OHLN), berkomitmen untuk terus aktif mempromosikan dan mendukung peningkatan kemampuan nasional dalam mencegah dan mengendalikan potensi ancaman hayati. Ancaman itu bersumber dari laboratorium dengan pendekatan one health di Indonesia.

“Laboratorium memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan deteksi dini penyakit.

Laboratorium ilmu hayati yang dalam kegiatannya melibatkan bakteri, virus, protozoa, dan cendawan perlu mendapatkan perhatian serius berbagai pihak. Hal itu terkait dengan penerapan pengelolaan keamanan (biosafety) dan pengamanan (biosecurity) hayati,” ungkap Koordinator OHLN, Joko Pamungkas saat peluncuran PPL di Jakarta, Kamis (28/2/2018).

Indohun juga mendukung penerapan tata laksana pengelolaan risiko hayati laboratorium sesuai acuan nasional dan internasional. Penerapan itu dengan menyusun PPL yang dapat memberikan gambaran tentang kemampuan dan kesenjangan (gap) serta dapat membantu pengelola laboratorium.

Peluncuran PPL dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia

dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementeran Pertanian, Kementerian Kesehatan, serta organisasi nasional dan internasional.

“Kegiatan ini ditujukan untuk mensosialisasikan PPL yang telah dikembangkan. Diharapkan stakeholder laboratorium terkait dari berbagai kementerian dapat menjadikan PPL ini sebagai rujukan dalam mengimplementasikan sistem manajemen biorisiko laboratorium di instansinya,” ujar Koordinator Indohun yang diwakili Agus Suwandono.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta kementerian terkait sangat mengapresiasi langkah Indohun dalam mempromosikan dan menguatkan sistem manajemen biorisiko di laboratorium.

 

Baca Juga :