Industri Kreatif dimulai dari Sekolah

Industri Kreatif dimulai dari Sekolah
Industri Kreatif dimulai dari Sekolah
Selama ini belum begitu disadari bahwa sekolah merupakan tempat membina dan mengembangkan kreativitas. Mata pelajaran seperti seni budaya, prakarya dan kewirausahaan, TIK, Multimedia, dan bahasa dan sastra sering diminta menghasilkan produk atau jasa. Mungkin anda belum tahu bahwa karya produk atau jasa tersebut termasuk hasil industri kreatif. Namun apakah ini sudah dikembangkan oleh sekolah? Sudahkah dikemas untuk dijual sebagai wirausaha kreatif?
Salah satu gelombang industrialisasi awal abad XXI adalah perkembangan industri kreatif. Sebuah gelombang yang telah terbukti mampu menghasilkan pendapatan secara signifikan bagi pegiat industri kreatif maupun bagi negara. Masyarakat atau negara yang mengabaikan gelombang industri ini dan tidak respek maka akan tertinggal dan hanya menjadi penonton atau konsumen. Revolusi industri dengan berbagai perusahaannnya dan revolusi industri telekomunikasi akan segera surut karena berbasis bahan baku atau sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.
Apakah sebenarnya industri kreatif itu? Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia bahwa industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Oleh karena itu industri ini tidak akan kehabisan bahan baku atau sumber daya karena berbasis pada kreativitas. Kreativitas akan menghasilkan produk, jasa, ataupun gabungan keduanya.
Negara yang sudah konsen dengan industri kreatif ini misalnya Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan sebagainya. Pendapatan dari ekspor Amerika Serikat salah satunya dari besarnya keuntungan industri kreatifnya. Hal ini wajar sebab industri perfilman, musik, dan hiburan telah berkembang lama dan mampu menjadi leader dan trendsetter dunia. Korea Selatan sebagai pendatang baru cukup intens dan konsen membina industri kreatif dalam sektor perfilman dan musik. Meledaknya penjualan album Gangnam Style dan popularitasnya di dunia merupakan bukti nyata sebuah jasa hasil dari industri kreatif yang didukung oleh pemerintah secara langsung dan terencana.
Membina Industri Kreatif
Suksesnya pembangunan industri kreatif dapat dilihat dari pola pembinaannya sejak awal. Rumah atau keluarga dapat disebut sebagai tempat awal talenta kreatif dikembangkan. Namun ini sangat bergantung pada profesi orang tua dan lingkungan masyarakatnya agar skill atau kemampuan kreatif dapat diturunkan. Contohnya apabila orang tuanya seniman atau artis maka seringkali anak keturunannya ada yang menjadi seniman atau artis. Namun bagaimana kalau orang tua atau rumah tidak mendukung seperti di atas?
Jawabannya adalah sekolah. Sekolah merupakan kawah candradimuka untuk menggodok anak bangsa memiliki karakter yang baik dan skill yang diinginkan. Seiring dengan penerapan kurikulum 2013 terdapat mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMA. Sedangkan di SMK sudah ada mata pelajaran yang berkaitan dengan keahlian kreatif seperti komputer, grafis, seni, jasa, dan sebagainya.
Mata pelajaran seperti seni budaya, prakarya, TIK, dan multimedia dapat menghasilkan produk atau karya industri kreatif. Apa sajakah produk atau jasa industri kreatif yang dapat dihasilkan dari mata pelajaran di sekolah ini:
  • 1. Kerajinan atau handmade. Berbagai kerjinan yang dapat dibuat seperti sepatu bergambar, tas unik, gantungan kunci, jam, merchandise, dan sebagainya.
  • 2. Desain. Karya desain meliputi desain grafis, desain web, animasi, dan sebagainya. Bagi SMK atau kampus seperti STT Telkom ini merupakan ladang dan kesempatan bagus. Desain website merupakan usaha kreatif yang sekarang ini banyak dicari. Belum lagi karya animasi dan game dari aplikasi komputer sangat dicari oleh vendor seluler maupun industri perfilman.
  • 3. Video, film, iklan TV dan fotografi. Pembuatan video yang berupa film, iklan, dokumentasi even sangat diperlukan. Apabila ini ditekuni dengan serius akan menjadi usaha kreatif yang menghasilkan.
  • 4. Game atau permainan interaktif. Game dari komputer maupun android dapat dibuat sendiri atau tim oleh siswa. Kita tahu seorang remaja pembuat game angry birds di Vietnam sekarang menjadi jutawan hanya karena gamenya di beli salah satu vendor seluler dan dijadikannya game online. Kita juga melihat seorang remaja Australia, Ben Pasternak menciptakan game “Imposible Rush” yang telah diunduh sampai 500.000 kali sehingga dilirik raksasa teknologi internet seperti Google, Yahoo dan Facebook.
  • 5. Musik, baik dari segi pertunjukannya maupun penciptaan lagu.
  • 6. Penerbitan dan percetakan. Kegiatan ini terkait dengan penerbitan cerpen, novel, majalah, dan sebagainya.

Sumber : https://downloadapk.co.id/