ITB Belum Tertandingi, Peringkat Unpad Melorot Tajam

ITB Belum Tertandingi, Peringkat Unpad Melorot Tajam
ITB Belum Tertandingi, Peringkat Unpad Melorot Tajam

JAKARTA – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM)

mempertahankan diri sebagai kampus terbaik di Indonesia. Dalam pemeringkatan 2016 versi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ITB dan UGM tetap di urutan pertama dan kedua seperti tahun lalu.

Pergeseran peringakat ada di urutan ketiga. Universitas Indonesia (UI) berhasil menggusur Institut Pertanian Bogor (IPB) di urutan ketiga. Sementara kampus top di Jawa Timur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) posisinya melorot dari urutan lima tahun lalu ke urutan enam. Sementara itu Universitas Padjadjaran (Unpad) melorot cukup tajam dari urutan tujuh ke sepuluh. (selengkapnya grafis)

Pengumuman pemeringkatan kampus unggulan (cluster I) itu disampaikan Menristekdikti

Muhammad Nasir usai upacara peringatan kemerdekaan kemarin (17/8). Nasir mengatakan, hasil pemeringkatan tahun ini ada kampus yang skornya naik, tetapi ada juga yang turun.

Dia menuturkan pemeringkatan ini objektif dan dijalankan oleh aplikasi komputer. ”Campur tangan manusianya hanya saat memasukkan data saja,” katanya. Termasuk dalam daftar 10 besar seluruhnya kampus negeri, juga sudah berdasarkan penilaian aplikasi. Bagi kampus-kampus yang nilainya turun, diharapkan bisa naik kembali tahun depan.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu mengatakan, pemeringkatan itu

didasarkan tiga faktor. Yakni akreditasi perguruan tinggi dan program studi (prodi). Kemudian jumlah dan kualifikasi dosen serta kinerja mahasiswanya. Nasir menuturkan, data yang diolah dalam pemeringkatan itu adalah data selama 2015.

Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti Patdono Suwigjo menuturkan, perguruan tinggi yang masuk dalam pemeringkatan ini khusus di bawah Kemenristekdikti. Tidak mengikutsertakan kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag) atau kementerian dan lembaga lainnya.

Dia juga menjelaskan, data yang diolah untuk pemeringkatan itu adalah data umum yang bisa diakses masyarakat. Di antaranya data akreditasi dan jumlah serta profil dosen di pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT). ”Contohnya penilaian untuk dosen, semakin banyak jumlah dosen yang S3 skornya semakin tinggi,’’ katanya.

Dosen ITS itu menjelaskan, di dalam 10 besar pemeringkatan secara umum, memang tidak ada kampus swasta. Tapi jika dilihat di dalam pemeringkatan berdasarkan kriteria-kriteria, ada kampus yang masuk top 10. Seperti di kriteria kemahasiswaan dan akreditasi, ada Universitas Surabaya di urutan kesepuluh. Kampus Universitas Gunadarma berada di posisi kelima untuk kriteria akreditasi

Sumber :

https://vhost.id/soal-latihan-teks-prosedur/