kedewasaan dan kekanak-kanakan

kedewasaan dan kekanak-kanakan
kedewasaan dan kekanak-kanakan

Di dunia ini sebenarnya hanya ada dua macam manusia: Manusia yang kekanak-kanakan dan manusia yang dewasa. Kedua jenis manusia itu lah yang sehari-hari dapat kita temui, entah itu saudara, kerabat, teman atau bahkan diri sendiri. Diantara kedua jenis orang tersebut, tersebut berbagai macam perbedaan besar, yang mungkin kadang beberapa hal-nya kurang kita perhatikan.

Orang yang dewasa selalu berpikir panjang sebelum bertindak. Maksud nya berpikir panjang bukan selalu berpikir lama, namun berpikir yang mencakup banyak hal dan hal-hal dimasa depan. Orang yang berpikir dewasa selalu berprinsip “Think before act” walaupun itu dalam keadaan yang genting sekalipun.
Berbeda dengan orang yang masih kekanak-kanakan, dia cenderung “Think before act” dalam hal-hal yang tidak bersifat mendesak, ketika keadaan sudah sangat mendesak (misalnya sudah emosi, marah, waktu yang mendadak dll) maka kecenderungannya berubah menjadi “Act before think”, dan jika itu sudah terjadi maka yang ada hanyalah penyesalan.

Orang yang dewasa selalu berpikir positif bahkan untuk hal-hal yang paling buruk sekalipun. Dia selalu menganggap bahwa setiap kejadian di dunia ini sebenarnya mempunyai hikmah nya masing-masing, dari kejadian yang paling baik sampai kejadian yang paling buruk. Dia tidak pernah menganggap sesuatu hal itu buruk sama sekali, karena pada dasarnya orang seperti ini yakin bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan tujuan baik.
Sebaliknya, orang yang masih kekanak-kanakan lebih suka berpikir negatif dalam hidupnya. Dia berpikir positif kebanyakan hanya jika sesuai dengan kemauan hatinya. Atau bisa juga dia berpikir positif jika memang suatu hal-nya tidak terlalu jauh menyimpang dari apa yang dia harapkan. Dia suka menyalahkan setiap hal yang tidak sejalan dengan dirinya, tanpa melihat sendiri apakah yang dia harapkan itu benar atau salah.

Orang yang dewasa tidak pernah merasa maklum dengan kekurangan sifatnya. Dia senantiasa berusaha untuk berubah menjadi insan yang lebih baik bagi semua hal: Agama, keluarga, teman, masyarakat dan kekasihnya.
Berlawanan dengan itu, orang yang masih kekanak-kanakan justru bangga dengan kekurangannya, seperti sering mengucapkan “Saya memang sifatnya begini…bla..bla”. Dari perkataan seperti itu tampak bahwa dia “bangga” dengan kekurangannya (karena mengumbar kekurangannya sendiri) dan malas untuk berubah untuk menjadi insan yang lebih baik.

Orang yang dewasa tidak pernah mengeluh dalam kehidupannya, karena dia yakin bahwa hal yang akan dikeluhkan oleh dirinya itu mungkin nikmat yang luar biasa bagi manusia lain yang lebih tidak beruntung daripada dirinya. Orang dewasa akan “membenci” segala keluhan karena menganggap segala bentuk keluhan adalah tanda kelemahan jiwa.
Orang yang kekanak-kanakan lebih suka mengeluh dalam hidupnya. Banyak hal-hal dalam hidupnya yang sebenarnya merupakan nikmat bagi kebanyakan orang lain, namun disia-siakan begitu saja oleh orang ini dengan hanya memberi keluhan-keluhan semata.

Orang yang dewasa selalu pandai untuk bersyukur kepada Tuhan atas apa yang diberikan kepada dirinya, bahkan untuk hal yang buruk sekalipun. Dia bersyukur dengan segalah keikhlasan dan keterbukaan hati karena dia yakin bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah yang terbaik untuk dirinya.
Kalau orang yang masih kekanak-kanakan justru sebaliknya, dia tidak pernah bersyukur terhadap apa yang telah diberikan kepadanya. Dia hanya bisa menuntut, menuntut dan menuntut untuk hal yang lebih baik tanpa pernah mensyukuri apa yang telah dia peroleh.

Orang yang dewasa akan sering menemukan kesalahan-kesalahan dalam dirinya, bahkan ketika dirinya sudah berbuat yang paling benar sekalipun. Dia bisa menemukan kekurangan dalam setiap perbuatan dirinya sehingga dia dapat menghindari kesalahan yang sama di kemudian harinya.
Namun orang yang kekanak-kanakan lebih suka menganggap dirinya paling benar, bahkan ketika dia berbuat salah sekalipun. Dia lebih suka menyalahkan orang lain, ketimbang mengoreksi dirinya sendiri. Dia tidak suka dipersalahkan, menurutnya, dirinya adalah yang benar dan orang lain adalah salah.

Orang yang dewasa akan mampu mencintai dengan ikhlas dan tulus. Dia mencintai orang lain tanpa mengharapkan berbagai hal dari orang yang dia cintai, hanya berharap memberi yang terbaik untuk kekasihnya.
Orang yang kekanak-kanakan akan mencintai dengan penuh harap dan pamrih. Dia mencintai seseorang dengan penuh harapan bahwa orang tersebut akan memberi yang lebih untuk dirinya. Dia tidak peduli apakah dia telah memberi yang terbaik untuk kekasihnya atau tidak, yang penting adalah kekasihnya telah memberi yang terbaik untuk dirinya.

Masih banyak hal-hal lain yang membedakan antara insan yang telah berpikir dewasa dan yang masih kekanak-kanakan, namun mustahil dituliskan di dalam notes ini karena terlalu panjang. Satu hal yang perlu diingat bahwa, usia tidak mempengaruhi tingkat kedewasaan seseorang. Yang membuat seseorang menjadi dewasa atau tidak sebenarnya hanyalah, kemauan dan niat dari dalam diri sendiri untuk berubah.

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/