Kehidupan Melalui Hukum Newton

Kehidupan Melalui Hukum Newton
Kehidupan Melalui Hukum Newton

Newton adalah nama panggilan seorang ilmuwan yang terkenal, sir Isaac Newton (1642-1726). Beliau sebagai salah satu ilmuwan favorit saya, yang namanya amat besar. Kisah terkenalnya mengenai apel jatuh dan hukum gravitasi memberikan banyak inspirasi bagi banyak orang. Newton adalah seorang penemu beberapa hukum alam. Hukum alam adalah aturan yang Allah ciptakan sehingga alam semesta ini menjadi teratur dan tercipta dengan pesona dan kebesaran yang sangat luar biasa. Atas jasa tersebut, nama Newton diabadikan sebagai Satuan Internasional (SI) dari Gaya, yang disingkat dengan N. Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya dapat menimbulkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk ke dalam besaran vektor, karena memiliki nilai dan arah. Dalam Fisika, sebuah Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force).

Lantas apa sajakah hukum-hukum alam yang dia temukan? Hukum Newton I, II dan III mendasari bidang fisika mekanika. Apabila kita berpikir dan merenunginya secara mendalam, ternyata hukum-hukum tersebut bersifat universal, memiliki makna dan berlaku juga didalam kehidupan. Simak penjelasan yang saya susun berikut.

Hukum I Newton

Hukum ini mengatakan bahwa suatu benda yang bergerak, mestilah karena diberikan suatu resultan gaya yang membuatnya bergerak. Mustahil batu akan bergerak dengan sendirinya tanpa diberikan gaya, entah itu gaya yang berupa tarikan atau dorongan. Namun, ketika benda itu telah bergerak oleh suatu gaya, apabila tak ada gaya lain yang mempengaruhinya, maka benda itu akan terus bergerak selamanya. Sayang, fenomena benda bergerak selamanya ini tak dapat kita lihat dipermukaan planet bumi, karena planet bumi memiliki gaya gravitasi dan tiap permukaannya memiliki gaya gesek yang dapat menghentikan gerakan batu ketika diberikan resultan gaya. Kita dapat melihat fenomena ini di luar angkasa yang hampa, bahwa batu yang telah bergerak akan selamanya bergerak dengan kecepatan tetap.

Hukum I Newton berbunyi “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya. Benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap Secara matematis hukum I newton dapat ditulis sebagai ∑F = 0dimana ∑F = resultan gaya (Kg m/s2).

Dalam kehidupan sehari-hari contoh dari hukum ini adalah pengganjal ban mobil. Pernahkah Anda melihat mobil yang diparkir dengan bannya diganjal sebongkah batu agar tidak bergeser? Bongkahan batu itu efektif menahan mobil agar tidak bergeser. Ketika pertama kali mobil itu dijalankan, mobil itu akan sulit melaju selama bongkahan batu itu masih mengganjal di ban. Bongkahan batu itu harus disingkirkan terlebih dahulu atau mobil harus berusaha keras melewatinya. Namun, ketika mobil sudah melaju dengan kecepatan tertentu, meskipun dihambat oleh bongkahan batu yang sama, mobil itu akan tetap melaju melewati bongkahan batu dengan mudah. Bongkahan batu itu menjadi tidak akan ada artinya sebagai penghambat mobil yang tengah melaju.

Dari hukum ini kita bisa simpulkan, bagian tersulit adalah memulai sesuatu. Apakah Anda sering merasa kesulitan untuk bangun tidur di pagi hari setelah tidur nyenyak? Bisanya ketika bangun tidur, kita merasakan bahwa tubuh ini masih merasa ingin melanjutkan untuk terus tidur. Dan sebaliknya ketika kita sudah keasyikan beraktivitas, dimalam hari sekalipun kita akan merasa sulit untuk tidur. Ingat hukum Newton I, benda yang diam akan selamanya diam, dan benda yang bergerak akan selamanya bergerak selama tidak diberikan resultan gaya yang mengubahnya.

Ketika hal yang dimulai sudah sering kita lakukan maka akan menjadi suatu kebiasaan yang akan melekat dan sulit untuk di hentikan. Anak yang dari kecil selalu berprestasi, ketika sudah besar memiliki kecenderungan dia akan terus berprestasi. Sebaliknya, anak yang suka malas-malasan, maka dia memiliki kecenderungan untuk terus mempertahankan malasnya. Orang yang sudah sering melakukan hal yang baik, dia akan sulit dihentikan untuk melakukan kebaikan. Dan orang yang sudah terlanjur terbiasa melakukan keburukan, maka dia akan kesulitan untuk bertobat dan mengubah dirinya menjadi baik, karena diperlukan gaya dan usaha yang lebih besar untuk menghentikan kebiasaannya.

Maka sebelum sesuatu itu menjadi sulit diubah, selalu pastikan apa yang kita lakukan adalah hal yang baik, agar kita selalu melaju menuju kebaikan dan sulit untuk dihentikan dalam kebaikan dan bukan sebaliknya! Jangan pernah menunda kebaikan, sebab ketika kita menunda kebaikan justru berarti kita tengah dikuasai oleh keburukan.

Baca Juga :