Komunitas Muslim di Sri Lanka

Komunitas Muslim di Sri Lanka terbagi menjadi tiga kelompok etnis utama, yaitu Sri Lanka Moor, Muslim India, dan Melayu. Ketiga komunitas tersebut memiliki sejarah dan tradisi yang berbeda. Sebutan Moor diberikan oleh penguasa colonial Portugis yang menggunakan kata Moro untuk mengidentifikasi orang Arab pada umumnya. Moro membentuk hampir 92% dari total Muslim di Negara itu. Sebagian besar menganut mazhab Syafi’i. nenek moyang mereka berasal dari para pedagang Arab yang telah menetap di Sri Lanka antara abad 8-15 M. Muslim Arab tiba di Sri Lanka sekitar abad 7-8 M, meskipun para pedagang Arab ada yang sudah mengenal Sri Lanka pada masa pra-Islam.
Kedatangan Muslim dari India selama abad 19-20 M turut memberi kontribusi terhadap keberagaman Islam di Sri Lanka. Khususnya, Muslim Pakistan dan India Selatan yang mengenalkan ajarah Syiah dan mazhab Hanafi ke pulau ini. Mayoritas dari mereka berasal dari Tamil Nadu dan Kerala. Komunitas Ahmadiyah juga masuk ke Sri Lanka pada 1915. Namun, komunitas Muslim lain menganggap Ahmadiyah sebagai agama non-Muslim yang terpisah. Mayoritas Muslim Sri Lanka tetap Suni.
Tak kalah penting lagi adalah keberadaan komunitas Muslim Melayu. Orang-orang mulai datang ke Sri Lanka pada abad ke-13 lewat ekspansi seorang raja dari Semenanjung Melayu. Sebagian imigran Melayu awalnya adalah tentara, yang dikirim pemerintah colonial Belanda dan memutuskan untuk menetap di pulau itu. Imigran lain adalah kaum eksil dan anggota keluarganya yang diasingkan ke Sri Lanka dan tidak kembali lagi ke tanah airnya.

C. Konflik antaragama di Sri Lanka

– Bentrok Antara Muslim Sri Lanka Dengan Buddha. Bentrok ini terjadi karena adanya tuduhan Budha terhadap Muslim yang memaksakan orang untuk masuk Islam dan merusak situs arkeologi abauddhis. Dalam peristiwa bentrok ini setidaknya tiga warga Muslim terbunuh pada bentrokan dengan penganut Budha garis keras di selatan Sri Lanka. Warga tersebut tewas akibat luka tembak di dekat Masjid kota Aluthgama yang merupakan daerah konflik sectarian terparah beberapa tahun belakangan. Sri Lanka didominasi oleh penganut Budha, persentase Muslim hanya sebesar 10%. Bentrok terjadi selama beberapa jam, dihiasi dengan aksi saling lempar batu dan botol. Menurut saksi mata, kelompok garis keras Bodu Bala Sena turun ke jalan, meneriakkan seruan anti Islam, menarik warga Islam dari bis dan melempari rumah para warga Muslim.
– Pada 7 Maret 2018 lalu, di Sri Lanka terjadi kerusuhan. Para perusuh menyerang masjid dan membakar pertokoan milik warga Muslim di distrik Kandy, Sri Lanka Tengah. Ratusan aparat gabungan militer dan polisi diterjunkan di Kandy dan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan perusuh. Teror yang dialami Muslim di Sri Lanka bukan hanya terror secara lansung namun juga melalui media social yang isinya menyerukan serangan kepada umat Muslim di Facebook.
Bentrokan antara pemeluk Budha etnis Sinhalese dan Islam di Kandy, Sri Lanka, sejak 5 Maret 2018 menewaskan tiga orang. Selain itu puluhan rumah, masjid, toko, serta kendaraan, dibakar dan dirusak. Banyak versi menyebutkan tentang penyebab bentrokan bernuansa SARA ini. Ada laporan yang menyebutkan bahwa pemicunya adalah umat Islam merusak situs atau tempat yang disucikan umat Budha di Sri Lanka, tetapi laporan itu dibantah keras oleh kelompok Muslim. Ada pula yang menyebutkan sebelumnya Muslim membunuh seorang warga Budha di Kandy. Ada juga penyebab lain yaitu, ketidaksukaan etnis Sinhalese atas kehadiran para pencari suaka Muslim Rohingya dari Myanmar yang melarikan diri dari kampong halaman mereka akibat kekerasan militer.
Namun para analisis lebih cenderung dengan alasan ketimpangan social antara Muslim dengan etnis Sinhalese. Para Muslim memegang peran penting dalam perekonomian di Kandy. Bisnis yang mereka jalani sukses sehingga memicu kecemburuan di kalangan Sinhalese. Hal ini terlihat dari banyaknya toko-toko milik Muslim yang menjadi sasaran amukan etnis Sinhalese, dibakar atau dirusak.
Sinhalese merupakan etnis mayoritas di Sri Lanka yang berjumlah 70% dari total penduduk Negara itu yang mencapai 21 juta jiwa. Umumnya, etnis Sinhalese merupakan pemeluk Budha. Senentara populasi Muslim sekitar dua juta jiwa atau 10% dari jumlah penduduk di Sri Lanka.
Di antara pemeluk Budha dan Islam, ada etnis Tamil yang populasinya mencapai 13%. Warga Tamil umumnya adalah pemeluk Hindu. Etnis Tamil pernah melakukan pemberontakan kepada pemerintah untuk memperjuangkan kemerdekaan. Kesepakatan damai baru dicapai pada 2009.


Sumber: https://ngegas.com/