Manfaat Pasar Modal

Manfaat pasar modal bisa dirasakan baik oleh invetor ,emiten pemerintah maupun lembaga penunjang (PAU-UGM,26-27 Januari 1990).

Manfaat pasar modal bagi emitan yaitu :

  1. Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar
  2. Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai
  3. Tidak ada “convenant”sehingga manajemen dapat lebih bebas dalam pengelolaan dana/perusahaan
  4. Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan
  5. Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi kecil
  6. Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar dari harga nominal perusahaan
  7. Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang berisiko tinggi
  8. Tidak ada bebas financial yang tetap
  9. Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas
  10. Tidak dikaitkan dengan kekayaan penjamin tertentu
  11. Profesionalisme dalam manajemen meningkat

Sedangkan menfaat pasar modal bagi investor adalah sebagai berikut :

  1. Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain.
  2. Memperoleh deviden bagi mereka yang memiliki/memegang saham yang mencapai capital gain.
  3. Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham ,mempunyai hak suara dalam RUPO bila diadakan bagi pemegang obligasi.
  4. Dapat dengan mudah mengganti instrument investasi,misal dari saham A ke saham B sehingga dapat meningkatkan keuntungan atau mengurangi resiko.
  5. Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrument yang mengurangi resiko.

Manfaat pasar modal bagi lembaga penunjang yaitu :

  1. Menuju arah professional didalam memberikan pelayanannya sesuai dengan bidang tugas masing-masing
  2. Sebagai pembentuk harga dalam bursa parallel
  3. Semakin memberi variasi pada jenis lembaga penunjang
  4. Likuiditas efek semakin tinggi

Sedangkan manfaat pasar modal bagi pemerintah yaitu :

  1. Mendorong laju pembangunan
  2. Mendorong investasi
  3. Penciptaan lapangan kerja
  4. Memperkecil Debt Service Ratio (DSR)
  5. Mengurangi beban anggaran bagi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Sejarah Pasar Modal

Sebenarnya kegiatan pasar modal sudah sejak lama dikenal di Indonesia,yaitu pada saat zaman penjajahan Belanda. Hal ini terlihat dari didirikannya bursa efek di Batavia yang diselenggarakan oleh Voor de Effectenhandel pada tanggal 14 Desember  1912,meskipun diketahui bahwa tujuan awalnya untuk menghimpun dana guna kepentingan mengembangkan sector perkebunan yang ada di Indonesia.

Perkembangan pasar modal ini cukup pesat,sehingga dibuka juga Bursa Efek Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan Bursa Efek di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925. Terjadinya gejolak politik di Eropa pada awal tahun 1939 ikut mempengaruhi perdagangan efek yang ada di Indonesia.

Untuk mendorong kegiatan pasar modal,awalnya pemerintah memberikan fasilitas perpajakan kepada perusahaan-perusahaan yang go public dan investor serta lembaga-lembaga penunjang yang terkait seperti broker dan dealer,tetapi hal ini tidak berlangsung lama.

sumber: https://belinda-carlisle.com/microsoft-perbarui-outlook-untuk-android-dengan-fitur-grup/