Masalah Dalam Praktik KeperawatanMasalah Dalam Praktik Keperawatan

Masalah kesehatan di Indonesia sangat memprihatinkan mulai dari munculnya penyakit-penyakit degenaratif, bencana alam dan kemiskinan yang semuanya itu membuat masyarakat harus dikelilingi oleh kondisi kesehatan yang kurang baik. Kondisi ini diperburuk oleh kurangnya tenaga kesehatan perawat yang tersebar didaerah-daerah terpencil akibat tidak rasionalnya penempatan tenaga kesehatan didaerah-daerah terpencil maupun daerah-daerah sangat terpencil. Selain itu masalah-masalah sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang mempengaruhi penduduk, khususnya keluarga miskin untuk dapat menjangkau pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan.

Berdasarkan hasil kajian (Depkes & UI, 2005) menunjukkan, bahwa sebagian besar perawat (56.1%) melakukan asuhan keperawatan dalam gedung Puskesmas dengan baik, (55.29%) melakukan asuhan keperawatan keluarga dan (52.4%) sudah menerapkan asuhan keperawatan pada kelompok dengan baik. Disamping itu, perawat juga melakukan tugas lain, antara lain menetapkan diagnosis penyakit (92.6%): membuat resep obat (93.1%): melakukan tindakan pengobatan di dalam maupun di luar gedung puskesmas (97.1%): melakukan pemeriksaan kehamilan (70.1%): melakukan pertolongan persalinan (57.7%). Hal ini terjadi tidak saja di Puskesmas terpencil tetapi juga di Puskesmas tidak terpencil. Selain itu (78.8%) perawat melaksanakan tugas petugas kebersihan dan (63.6%) melakukan tugas administrasi antara lain sebagai bendahara(1).