Penanaman Karet di Lapangan

Penanaman Karet di Lapangan

Pemancangan 

  • Kegiatan penanaman tanaman karet dimulai dengan penentuan jarak tanam. Pada saat ini banyak dianut jarak tanam dengan kerapatan populasi sekitar 500 s.d 600 pohon/ha. Dengan populasi tersebut, dapat menggunakan jarak tanam pagar 3,3 x 6,0 m atau 2,75 x 6,0 m.
  • Setelah penentuan jarak tanam dilakukan, selanjutnya dilakukan pemancangan titik tanam di lapangan. Dimulai dengan pancang kepala dengan arah barisan tanaman timur barat terutama pada daerah datar, sedangkan pada daerah dengan topografi bergelombang berbukit, arah barisan disesuaikan dengan kontur. Pancang kepala dibuat lebih tinggi dari anak pancang agar memudahkan dalam meluruskan barisan tanam. Kompos dan tali atau kawat diperlukan untuk menentukan arah dan jarak tanaman dalam barisan.

Pemancangan dan Pembuatan lubang tanam 

  • Lubang tanam dibuat minimal 1 minggu sebelum tanam dengan maksud agar ada kesempatan untuk diperiksa jumlah maupun ukurannya, pada titik pancang dibuat lubang tanam dengan ukuran 70 x 70 x 60 cm.
  • Pada saat penggalian lubang tanam, tanah bagian atas (top soil) diletakkan disebelah kanan lubang dan sub soil diletakkan disebelah kiri lubang tanam.
  • Sebelum penanaman dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan pemupukan lubang tanam dengan menggunakan pupuk RP dengan dosis pemupukan setiap lubang tanam 250 g. Pemberian pupuk ini dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan akar karet yang baru ditanam. Pupuk dicampurkan secara merata pada tanah yang akan digunakan untuk menimbun kembali tanaman karet yang ditanam.

Penanaman karet 

  • Penanaman karet dilakukan pada musim hujan besar.
  • Bibit yang polibegnya robek harus diikat dengan tali agar tidak pecah ketika diangkut ke lapangan.
  • Bibit yang didistribusikan ke lapangan diletakkan di samping lubang tanam. Dalam lubang disesuaikan dengan tinggi polibeg.
  • Dasar polibeg disayat dengan pisau dan bibit diletakkan dalam lubang tanam. Dari bagian samping plastik disayat dan dilepaskan dari bibit, diletakkan di atas pancang sebagai tanda bahwa palstik sudah dibuka.
  • Arah mata okulasi diseragamkan menghadap gawangan pada tanah rata, sedangkan pada tanah yang berlereng mata okulasi diarahkan bertolak belakang dengan dinding teras. Pada saat penanaman, pertautan okulasi diatur sedemikian rupa sehingga setelah ditimbun tanah, pertautan okulasi akan tertimbun sekitar 10 cm di bawah permukaan tanah. Setelah persyaratan dipenuhi, tanah sub soil ditutupkan terlebih dahulu kemudian disusuk dengan tanah top soil. Pemadatan tanah dilakukan dengan tangan mulai dari bagian pnggir ke arah tengah atau diinjak pelan-pelan tetapi jangan sampai mengenai tanah polibeg. Tanah pada bagian tanaman dibuat cembung untuk menghindari air hujan yang menggenang.

Baca Juga :