Penemuan dari Prof. Thomas Hunt Morgan (1907)

Penemuan dari Prof. Thomas Hunt Morgan (1907)
Pada th. 1900 ada tiga orang ahli biologi yang secara hampir sejalan waktu, diam-diam secara terpisah mempelajari paper Mendel dan berusaha menguji kebenarannya. Mereka menginginkan mengetahui, apakah penemuan Mendel mampu diterapkan pada makhluk hidup lainnya, juga manusia. Dalam banyak hal ternyata Hukum Mendel berlaku, namun didalam hal-hal tertentu lainnya tidak mampu diperoleh pemikiran lebih-lebih dijumpai adanya kontradiksi penemuan.

Dengan adanya pertumbuhan paling akhir di atas, seorang tokoh yakni Prof. Thomas Hunt Morgan dari Universitas Colombia tertarik kepada persoalan di atas. Pada th. 1970, ia mengadakan eksperimen pada beratus-ratus ekor lalat “Drosophila” yang dipeliharanya. Pada usia 12 hari, lalat-lalat siap bertelur. Dua belas hari kemudian masing-masing lalat betina menghasilkan tiga ratus anak keturunan. Dari permulaan, seekor lalat dapa tempo 2 th. udah menurunkan 60 generasi lalat. Berdasarkan pengamatan Prof. Thomas Hunt Morgan pada pertumbuhan lalatnya diperoleh kesan bahwa hukum Mendel sebenarnya berlaku didalam persoalan pertumbuhan lalat itu, bakal namun mekanisme hereditas yang tidaklah sesederhana apa yang udah dikemukakan oleh Mendel. Prof. Thomas Hunt Morgan mengamati adanya bermacam wujud kesibukan “gene” (materiil yang sejenis bersama apa yang disebut oleh Mendel “elements”). Banyak ragam kesibukan “gene” yang sangat ruwet, dan di samping itu ada banyak faktor lingkungan yang pengaruhi “genes” itu.

Lebih lanjut, Morgan menginginkan mencari penjelasan berkenaan hal di atas. Dengan dibantu oleh para mahasiswa asistennya yakni Muller, Bridges, Sturtevant, dll, Morgan mengidentifikasi beratus-ratus gene tertentu pada lalat serta menggambar diagram yang tunjukkan posisi kromosom-kromosom di mana “gene” lalat itu berada. Setelah itu Prof. Muller bersama memanfaatkan sinar X mengamati adanya banyak perubahan “genes” pada lalat itu. Perubahan-perubahan “genes” itulah yang pilih sifat-sifat hereditas pada keturunan makhluk hidup.

Dengan sumbangan-sumbangannya yang besar itu, maka baik Prof. Thomas Hunt Morgan maupun Prof Muller beroleh hadiah-hadiah Nobel. Dengan kesuksesan mereka ini, maka kemudian banyak sarjana yang melaksanakan penelitian lebih lanjut pada makhluk-makhluk lain seperti hewan gegat oleh Goldschmidt, kelinci oleh Castle, babi Guinea oleh Wright, anjing oleh Stockard, tikus oleh Little, dan kemudian manusia oleh Davenport, Haldane, Penrose, Snyder, dll. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Demikianlah ulasan berkenaan Penemuan dari Prof. Thomas Hunt Morgan, yang pada kesempatan ini mampu dibahas bersama lancar. Semoga ulasan di atas berfungsi bagi para pengunjung dan pembaca. Untuk kurang lebihnya mohon maaf dan sampai jumpa!

Baca Juga :