PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TAK BERWUJUD

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN APENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TAK BERWUJUDT TAK BERWUJUD
PENGAKUAN DAN PENGUKURAN ASET TAK BERWUJUD
Aset tak berwujud diakui jika dan hanya jika :
  • Kemungkinan besar entitas akan memperoleh manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut.
  • Biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal.

 

Dalam menilai kemungkinan adanya manfaat masa depan, entitas menggunakan asumsi rasional dan dapat dipertanggungjawabkan yang merupakan estimasi terbaik manajemen atas kondisi ekonomi yang berlaku sepanjang umur manfaat aset tersebut.
1) Perolehan Terpisah
Aset tak berwujud pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset tak berwujud terdiri dari :
a) Harga beli, termasuk bea masuk dan pajak pembelian yang tidak dapat direstitusi, setelah dikurangi diskon dan rabat.
b) Semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam mempersiapkan aset tersebut sehingga siap untuk digunakan.
2) Perolehan sebagai Bagian dari Kombinasi Bisnis
Sesuai dengan PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis, jika aset tidak berwujud diperoleh dalam kombinasi bisnis, maka biaya perolehan aset tak berwujud adalah nilai wajar aset pada tanggal akuisisi. Pihak pengakuisisi mengakui pada tanggal akuisisi, aset tak berwujud pihak yang diakuisisi secara terpisah dari goodwill, terlepas apakah aset telah diakui atau tidak diakui oleh pihak yang diakuisisi sebelum kombinasi bisnis.
3) Mengukur Nilai Wajar Aset Tak Berwujud yang Diperoleh dalam Kombinasi Bisnis
Jika aset tak berwujud dihasilkan dari kombinasi bisnis dapat dipisahkan atau muncul dari hak kontraktual atau hak legal lain, maka tersedia informasi yang memadai untuk mengukur nilai wajar aset secara wajar. Jika pada saat mengukur nilai wajar aset tak berwujud terdapat berbagai kemungkinan atas hasil dengan probabilitas berbeda, maka ketidakpastian tersebut dimasukkan dalam perhitungan nilai wajar aset tak berwujud.
Kuotasi harga pasar di pasar aktif memberikan estimasi nilai wajar yang paling andal untuk aset tak berwujud. Harga pasar yang tepat biasanya adalah harga penawaran saat ini. Jika tidak tersedia, maka harga terkini dari transaksi serupa dapat menjadi dasar untuk mengestimasi nilai wajar aset sepanjang tidak terdapat perubahan keadaan ekonomi yang signifikan antara tanggal transaksi dan tanggal ketika nilai wajar aset diestimasi.
Jika tidak terdapat pasar aktif untuk aset tak berwujud, maka nilai wajar dari aset tersebut adalah jumlah yang bersedia dibayar entitas untuk mendapatkan aset tersebut, pada tanggal akuisisi, dalam suatu transaksi wajar antara pihak yang berpengetahuan dan berkeinginan berdasarkan tersedianya informasi terbaik. Dalam menentukan nilai tersebut, entitas mempertimbangkan hasil dari transaksi terkini untuk aset serupa.
4) Akuisisi dengan hibah pemerintah
Aset tak berwujud dapat diperoleh melalui hibah pemerintah apabila pemerintah mengalihkan aset tak berwujud ke entitas. Entitas dapat memilih mengakui aset tak berwujud pada awalnya dengan nilai wajar dengan mengakui nilai nominal ditambah dengan segala pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung dalam menyiapkan aset tersebut agar dapat digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya.
5) Pertukaran aset
Aset tak berwujud yang diperoleh melalui pertukaran dengan aset lain, biaya perolehannya diukur dengan nilai wajar, kecuali :
a) Transaksi pertukaran tersebut tidak memiliki substansi komersial
b) Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
Jika aset yang diperoleh tidak diukur dengan nilai wajar, maka biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat aset yang diserahkan.
Nilai wajar aset tak berwujud dapat diukur secara andal meskipun tidak ada transaksi pasar sejenis jika :
a) Veriabilitas rentang estimasi nilai wajar untuk aset tersebut adalah tidak signifikan.
b) Probabilitas dari berbagai estimasi dalam rentang tersebut dapat dinilai secara rasional dan digunakan dalam menentukan nilai wajar.
6) Goodwill yang dihasilkan secara internal
Entitas yang melakukan pengeluaran untuk menghasilkan manfaat ekonomi dimasa depan, tetapi pengeluaran tersebut tidak berakibat pada timbulnya aset tak berwujud yang dapat diakui dianggap memberikan kontribusi terhadap timbulnya goodwill yang dihasilkan secara internal. Goodwill yang dihasilkan secara internal tidak diakui sebagai aset karena goodwill tersebut bukan merupakan suatu sumber daya teridentifikasi (tidak dapat dipisahkan dan tidak timbul dari hak kontraktual atau hak legal lain) yang dikendalikan oleh entitas dan dapat diukur secara andal biaya perolehannya.
7) Aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal
Dalam menentukan apakah suatu aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal memenuhi syarat untuk diakui, entitas mengelompokkan proses dihasilkannya aset tak berwujud menjadi tahap penelitian (tahap riset) dan tahap pengembangan
a) Tahap Penelitian
Entitas tidak mengakui aset tak berwujud yang timbul dari penelitian. Dalam tahap penelitian proyek internal, entitas tidak dapat menunjukkan bahwa aset tak berwujud yang ada akan memberikan kemungkinan besar manfaat ekonomi di masa depan. Dengan demikian, pengeluaran untuk penelitian diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
b) Tahap Pengembangan 
Aset tak berwujud yang timbul dari pengembangan diakui jika, dan hanya jika, entitas dapat menunjukkan semua hal berikut :
  • kelayakan teknis penyelesaian aset tak berwujud sehingga dapat digunakan atau dijual.
  • niat untuk menyelesaikan aset tak berwujud tersebut dan menggunakannya atau menjualnya.
  • kemampuan untuk menggunakan atau menjual aset tak berwujud tersebut.
  • Bagaimana aset tak berwujud tersebut akan menghasilkan kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan. Antara lain entitas mampu menunjukkan adanya pasar bagi keluaran aset tak berwujud tersebut atau apabila digunakan secara internal, entitas mampu menunjukkan kegunaan aset tak berwujud tersebut.
  • Tersedianya kecukupan sumber daya teknis, keuangan, dan sumber daya lain untuk menyelesaikan pengembangan aset tak berwujud dan untuk menggunakan atau menjual aset tersebut, dan
  • Kemampuan untuk mengukur secara andal pengeluaran yang terkait dengan aset tidak berwujud selama pengembangannya.

 

Pengeluaran untuk menghasilkan merk, kepala surat kabar, judul publisitas, daftar pelanggan dan hal yang secara substansi serupa yang dihasilkan secara internal tidak dapat dibedakan dengan biaya untuk mengembangkan usaha secara keseluruhan. Oleh karena itu, hal tersebut tidak diakui sebagai aset tak berwujud.
8) Biaya perolehan aset tak berwujud yang Dihasilkan secara internal
Biaya perolehan aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal adalah jumlah pengeluaran yang terjadi sejak tanggal aset tak berwujud pertama kali memenuhi kriteria pengukuran. Biaya perolehan aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal terdiri atas seluruh biaya yang dibutuhkan yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membuat, menghasilkan, dan mempersiapkan aset tersebut sehingga siap untuk digunakan sesuai dengan maksud manajemen.