Sintaksis Kalimat TunggalSintaksis Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur itu tidak boleh membentuk pola yang baru.

Contoh:

– Adik menangis (merupakan kalimat mayor, kalimat tunggal, kalimat inti, bukan kalimat luas)

– Menangis adik (merupakan kalimat mayor, kalimat tunggal tetapi bukan kalimat inti dan bukan kalimat luas.

 

 

Transformasi Kalimat

Transformasi kalimat adalah suatu proses mengubah bentuk bahasa menjadi bentuk-bentuk lain baik dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, maupun dari bentuk kompleks ke bentuk sederhana.

 

Macam-Macam Kalimat Tunggal

Berdasarkan macamnya kalimat tunggal digolongkan sebagai berikut:

  1. Kalimat Berita

Kalimat berita adalah kalimat yang mendukung suatu pengungkapan peristiwa atau kejadian. Sebab itu kalimat berita dapat diungkapkan langsung maupun tidak langsung.

Contoh:

– Ia mengatakan “Saya tidak mau membayar utang itu.” (langsung)

– Ayah membeli sebidang tanah (tidak langsung)

 

  1. Kalimat Tanya

Kalimat tanya adalah kalimat yang mengandung suatu permintaan agar kita diberitahu sesuatu karena kita tidak mengetahui sesuatu hal. Perbedaan kalimat tanya dan kalimat berita adalah sebagai berikut:

  1. Intonasi yang diberikan adalah intonasi tanya.
  2. Sering menggunakan kata tanya.
  3. Dapat pula mempergunakan partikel tanya-lah.
  4. Kata-kata yang sering digunakan dapat digolongkan berdasarkan sifat dan maksud pertanyaan seperti berikut:
  5. Menanyakan tentang benda atau hal: apa, dari apa, untuk apa, dan sebagainya.
  6. Menanyakan tentang manusia: siapa, dari siapa, dan lain-lain.
  7. Menanyakan tentang jumlah: berapa
  8. Menanyakan tentang pilihan atas beberapa hal atau barang: mana.
  9. Menanyakan tentang tempat: di mana, ke mana, dari mana.
  10. Menanyakan tentang waktu: bila, bilamana, kapan, apabila.
  11. Menanyakan tentang keadaan atau situasi: bagaimana, betapa.
  12. Menanyakan tentang sebab: mengapa, apa sebab dan sebagainya.

Suatu pertanyaan yang sama sekali tidak menghendaki suatu jawaban disebut pertanyaan retoris. Kalimat ini biasa digunakan dalam pidato atau percakapan lain, yang sebenarnya pendengar sudah mengetahui jawabannya.

 

Jadi dapat disimpulkan ada tiga macam kalimat tanya, yaitu:

  1. pertanyaan biasa
  2. pertanyaan retoris, dan
  3. pertanyaan yang senilai dengan perintah.

Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang menyuruh seseorang atau orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki, sebab perintah meliputi suruhan yang keras hingga permintaan yang halus.

 

  • Kalimat perintah dapat dirinci sebagai berikut:
  • Perintah biasa. Contoh: Usirlah anjing itu!
  • Permintaan. Contoh: Coba saya ambilkan buku itu!
  • Izin. Contoh: Masukkan ke dalam, kalau tuan perlu!
  • Ajakan. Contoh: Marilah kita beristirahat sebentar!
  • Syarat. Contoh: Tanyakanlah padanya, tentu ia akan menerangkannya!
  • Cemooh atau sindiran. Contoh: Pukullah dia kalau engkau berani!
  • Larangan. Contoh: Jangan lewat sini!
  • Perbedaan kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita adalah sebagai berikut:
  • Kalimat perintah intonasinya keras (terutama perintah biasa dan larangan)
  • Kata kerja yang mendukung isi perintah biasanya merupakan kata kerja.
  • Mempergunakan partikel pengeras -lah.

Macam-Macam Gatra

Kata-kata atau kelompok kata yang mendukung suatu kalimat disebut gatra. Jenis-jenis gatra dapat diurutkan sebagai berikut:

Gatra-gatra inti, adalah gatra pangkal, gatra diterangkan, gatra digolongkan, gatra perbuatan, gatra menerangkan, gatra menggolongkan.

Gatra-gatra tambahan, adalah gatra yang sifatnya tergantung dari kata yang dijelaskan, ada yang menerangkan kata kerja dalam fungsi tertentu, ada yang menerangkan kata benda, kata sifat dalam fungsi-fungsi tertentu.

Gatra tambahandalam suatu fungsi tertentu dibagi lagi berdasarkan hubungannya dengan gatra yang didukung oleh kata kerja.

  1. Gatra yang rapat:

– Gatra pelengkap penderita

– Gatra pelengkap penyerta

– Gatra pelengkap pelaku


Baca juga: