Strategi Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Eropa sebelum dan sesudah abad ke-20

Pada abad ke-16 bangsa Eropa berlayar ke wilayah Timur, diantaranya Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Tujuan mereka adalah mencari rempah-rempah dan juga menyebarkan agama kristen. Setelah sampai Nusantara keserakahan mereka timbul, yang awalnya hanya ingin berdagang tiba-tiba mereka ingin menguasai Nusantara. Keinginan mereka itulah yang melatarbelakangi bangsa Indonesia melakukan perjuangan.

  1. Strategi Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Eropa sebelum abad ke-20

Sebelum tahun 1908, banyak bangsa lain yang ingin menjajah dan menguasai Indonesia. Banyak yang memeras, menyiksa dan merebut hak-hak rakyat Nusantara. Perjuangan bangsa Indonesia terhadap penjajah hampir dilakukan diseluruh wilayah, terutama di daerah yang menjadi pusat kekuasaan penjajah.

Perjuangan bangsa Indonesia menentang penjajah VOC menggunakan senjata dimulai pada abad ke-17, dimana perlawanan tersebut dilakukan oleh Sultan Agung dari Mataram, Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa Sulawesi Selatan, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Iskandar Muda dari Aceh, Untung Surapati, Trunajaya, dan Ibnu Iskandar dari Minangkabau.

Sedangkan yang berjuang pada abad ke-19 antara lain :

  1. Thomas Matulesy ata Pattimura dari Maluku (1817)
  2. Pangeran Diponegoro, Sentot Prawirodirjo, Kyai Mojo, dan Pangeran Mangkubumi di Jawa (1825-1830)
  3. Tuanku Imam Bonjoldari Minangkabau Sumatera Barat (1822-1837)
  4. Sultan Mahmud Badaruddin II dari Palembang (1817)
  5. Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayat dari Kalimantan (1859-1862)
  6. I Gusti Kentut Jelantik dari Bali (1846-1849)
  7. Anak Agung Made dari Lombok (1895)
  8. Teuku Umar, Panglima Polim, Teuku Cik Di Tiro, dan Cut Nyak Dien dari Aceh (1873-1904)
  9. Si Singamangaraja XII dari Batak (1878-1907)

Berbagai perlawanan rakyat Indonesia yang terjadi pada sebelum abad ke-20 seperti perlawanan Diponegoro, Imam Bonjol, Sultan Agung serta perlawanan-perlawanan rakyat lainnya masih dalam batas-batas wilayah yang sempit dan parsial. Akibatnya perlawanan-perlawanan tersebut dapat diredam oleh kekuatan penjajah yang sudah menguasai secara nasional di Indonesia.

Kegagalan perjuangan dengan kekerasan senjata oleh para pahlawan baik ketika melawan Portugis, Belanda, maupun Inggris karena bangsa Indonesia mempunyai beberapa kelemahan, sebagai berikut:

  1. Perjuangan bersifat lokal / kedaerahan
  2. Perlawanan terhadap penjajah dilakukan secara sporadis dan tidak dalam waktu yang bersamaan
  3. Perjuangan pada umunya dipimpin oleh pemimpin yang kharismatik
  4. Perjuangan menentang penjajah sebelum masa 1908 dilakukan dengan kekerasan senjata
  5. Para pejuang mudah diadu domba sehingga sering terjadi perselisihan antar pemimpin di Indonesia

Bangsa Indonesia sadar bahwa penjajah yang terorganisasi dengan baik tidak mungkin dapat dikalahkan oleh perjuangan yang bersifat lokal dan tidak terorganisasi, oleh karena itu strategi perjuangan baru lebih diorganisasi dengan baik agar setelah abad ke-20 menggunakan strategi yang baru dan bisa mengalahkan penjajah.

 

Recent Posts