Syarat Penentuan Lokasi Budidaya GuramiSyarat Penentuan Lokasi Budidaya Gurami

Seperti halnya budi daya yang lain, budi daya ikan gurami juga harus memperhatikan lokasi yang akan digunakan. Memang untuk jenis usaha perikanan, peternak bisa menggunakan lahan di manapun yang mereka miliki atau sukai, tetapi sebenarnya lokasi dapat menentukan hasil dan kelangsungan usahanya. Apabila sobat menginginkan hasil usaha budi daya ikan gurami yang memiliki keuntungan maksimal,

tentu saja sobat juga harus memilih lokasi yang memenuhi syarat-syarat berikut:

Syarat Penentuan Lokasi Budidaya Ikan Gurami

Lokasi untuk budi daya gurami sebaiknya di daerah dataran rendah atau pada ketinggian 0 – 800 m dpi.
Perhatikan kuantitas dan kualitas air. Air yang baik yaitu air yang tidak tercemar oleh cemaran kimia. Sebaiknya kualitas air yang digunakan untuk usaha ini yaitu air yang tenang, bersih (gurami tidak menyukai air yang kotor), dasar kolam tidak berlumpur, kekeruhan air hanya 40 cm dari permukaan, tidak tercemar bahan kimia beracun dan limbah (kadar NH3 tidak lebih dari 0,02%), dan kemasan air (pH) sebaiknya 6,5-8. Untuk menaikkan pH yang berada di bawah 6,5 dapat dilakukan pengapuran dengan CaCO3. Sedangkan untuk menurunkan pH diatas 8 dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang.
Tanah yang digunakan untuk kolam cukup mengandung humus dan tidak berporus. Tanah yang tidak memiliki porus dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Tanah yang sangat cocok digunakan untuk membuat kolam gurami secara konvensional adalah tanah liat berpasir. Perbandingan antara tanah liat dan pasir yaitu 60%:40%.
Perhatikan kemiringan tanah. Kemiringan tanah yang baik adalah 3%-5%. Hal ini untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi. Dengan kemiringan seperti ini akan membuat kawasan kolam budi daya yang bebas banjir dan pencemaran lingkungan.
Suhu daerah kolam sebaiknya 25-30 derajad selsius. Perubahan suhu yang ekstrem dapat berakibat buruk terhadap ikan yang berada di dalam kolam. Bahkan, pada suhu lebih dari 30 derajad selsius bening gurami akan mati. Perubahan suhu juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan ikan sehingga dapat mengurangi bobot ikan. Batas optimum suhu sangat bergantung pada pH, kandungan oksigen, dan faktor lain seperti cuaca, ketinggian tempat, dan kedalaman air.
Perhatikan sisa pakan yang terdapat pada kolam. Sisa pakan berlebih dapat menimbulkan amoniak. Pada pH tinggi, amoniak akan berubah menjadi racun. Racun tersebut dapat mengakibatkan insang rusak. pada konsentrasi 0,08 mg/l akan menyebabkan nafsu makan ikan dan pertumbuhan terhambat. Parahnya lagi, ikan sering mati pada konsentrasi tersebut.
Untuk mengatasi perubahan suhu ini, pada budi daya kolam terpal sebaiknya ditebarkan sekam pada bagian bawah terpal.
Kadar oksigen tidak berpengaruh terhadap kehidupan gurami. Ikan ini memiliki labirin yang berfungsi untuk mengambil udara. Namun, alangkah lebih baik jika oksigen di dalam kolam tidak kurang dari 2 ppm atau 2 mg/liter.
Jika perlu, Anda juga harus menyiapkan lahan yang memiliki akses jalan yang mudah. Hal ini diperlukan agar proses transportasi lebih lancar dan memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan sarana prasarana.

 

Sumber: https://mvagusta.co.id/ipb-beri-pelatihan-biosafety-untuk-praktisi-laboratorium/