Waspadai Trigeminal Neuralgia, Nyeri Pada Wajah Akibat Gangguan Saraf Trigeminal

Trigeminal neuralgia merupakan situasi medis di mana terjadi nyeri yang mempunyai sifat kronik (lebih dari 3 bulan) yang bersumber dari gangguan pada saraf trigeminal sehingga mengakibatkan sensasi rasa nyeri di unsur wajah.

Saat mengalami situasi ini, stimulasi kecil di wajah laksana sentuhan, tersenyum atau kegiatan sehari-hari laksana menyikat gigi sampai mengaplikasikan make up di wajah akan merangsang rasa sakit yang luar biasa.

“Trigeminal neuralgia oleh tenaga kesehatan pun sering dinamakan douloureux. Di mana terjadi gangguan pada saraf trigeminal di wilayah wajah pasien. Nyeri trigeminal terjadi saat ada kontak antara pembuluh darah arteri atau vena dengan saraf trigeminal. Kontak berikut yang lantas menekan saraf dan mengakibatkan gangguan fungsi,” kata Spesialis Bedah Saraf Brain and Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, dr. Heri Aminuddin, SpBS(K).

Trigeminal neuralgia pun dapat terjadi dampak adanya proses penuaan atau bisa dikaitkan dengan sklerosis multipel atau penyakit sejenis yang menyebabkan kehancuran selubung mielin yang bermanfaat melindungi saraf. Di samping itu, trigeminal neuralgia juga dapat terjadi dampak penekanan tumor di saraf trigeminal. Tidak menutup bisa jadi trigeminal neuralgia terjadi dampak adanya lesi di benak atau sejumlah kondisi kesehatan yang mencakup luka bedah dan stroke.

“Ada sejumlah pembagian jenis trigeminal neuralgia dan nyeri yang umumnya hadir pada pasien. Pada trigeminal neuralgia tipe 1 (klasik) nyeri lazimnya terjadi secara spontan dengan durasi nyeri lazimnya episodic. Sementara trigeminal neuralgia tipe 2 (atipikal) nyeri datang secara spontan dengan durasi nyeri yang terjadi konstan (terus menerus). Pada tipe trigeminal tipe 3 (injury) situasi ini terjadi sebab trauma ataupun bekas operasi sinus. Sedangkan pada secondary trigeminal neuralgia profil nyeri yang terlihat pada pasien bisa berupa klerosis multiple,” jelasnya.

Pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menuliskan gejala mula yang kerap hadir diantaranya nyeri di wajah yang terjadi secara sepontan, dalam masa-masa yang singkat. Namun seiring waktu, situasi ini berkembang lebih berat, dari segi nyeri yang dirasakan pasien dan masa-masa serta intensitas timbulnya nyeri. Trigeminal neuralgia lebih tidak sedikit terjadi pada perempuan dengan risiko bertambah pada umur lanjut diatas 50 tahun.

Dengan berkembangnya teknologi kedokteran ketika ini, ada sejumlah pilihan terapi yang dapat dilaksanakan untuk pasien trigeminal neuralgia sampai-sampai dapat menambah kualitas hidup pasien sebab terbebas dari rasa sakit. Pilihan terapi yang dimaksud mencakup pemberian obat-obatan, suntikan dan operasi serta teknologi minimally invasive laksana radiofrekuensi ablasi.

“Terapi trigeminal neuralgia umumnya dibuka dengan pemberian obat-obatan. Namun pada beberapa orang, terapi ini tidak menyerahkan hasil yang baik atau disertai efek samping yang tidak mengasyikkan pada pasien. Pada kumpulan tersebut, terapi injeksi atau operasi dapat menjadi opsi selanjutnya. Terdapat sejumlah jenis obat yang dapat dipakai untuk menanggulangi nyeri yang disebabkan trigeminal neuralgia,” kata dr. Mahdian.

Baca Juga :